Kamis, 03 April 2014

MATERI PENALARAN

Teori Yang Berhubungan Dengan Penalaran

Pengertian Penalaran

Penalaran (reasioning) adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan. Dengan kata lain, penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dalan logis untuk memperoleh sebuah kesimpulan. Bahan pengambilan kesimpulan itu dapat berupa fakta, informasi, pengalaman, atau pendapat para ahli (otoritas).
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan Indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

Cirri – cirinya :

  • Dilakukan dengan sadar
  • Didasarkan oleh sesuatu yang sudah diketahui
  • Sistematis
  • Berpikir logis, dimana berpikir logis diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut pola tertentu atau dengan kata lain menurut logika tertentu
  • Sifat analitik dari proses berpikirnya, sifat analitik ini merupakan konsekuensi dari adanya suatu pola berpikir tertentu.
Metode dalam penalaran

Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.

1. Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

Menurut Nisbet, Krantz, Jepson, dan Kunda (1983) berargumen bahwa penalaran induktif merupakan aktivitas manusia dalam pemecahan masalah yang memiliki arti sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan berada dimana-mana. Pembentukan konsep, generalisasi contoh-contoh, dan tindakan membuat penalaran induktif.

Generalisasi : Proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan umum.

Analogi : Kesimpulan tentang kebenaran sesuatu ditarik berdasarkan gejala yang memiliki kemiripan.

Sebab-Akibat : Semua peristiwa harus ada penyebabnya, namun seringkali orang sampai pada kesimpulan yang salah karena proses penarikan kesimpulan tidak sah.

2. Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi.

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Jenis penalaran deduktif  yaitu:

1. Silogisme Kategorial = Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.

2. Silogisme Hipotesis = Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.

3. Silogisme Akternatif = Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.

4. Entimen = Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan.

Sumber: 




 
http://lailamaharani.blogspot.com/2012/10/penalaran-induktif.html

Sabtu, 23 November 2013

Secerah Matahari


Memandang langit nan indah
Menikmati ciptaan Sang Maha Pemurah
Ucapan syukur menghiasi lidah
Berharap kan bisa selalu terarah

Terik nya matahari di pagi hari
Menghibur jiwa yang sepi
Kuberharap hatiku kan secerah matahari
Berusaha temukan cinta sejati

Terlihat Sama


Di antara ragam rupa wajah yang kulihat
Tak satupun yang dapat ku peluk
Di antara hujan lebat di tengah kota
Namun tak mampu juga hilangkan segala dahaga

Semua terlihat sama
Sama seperti biasanya
Namun aku dimana
Dimana aku

Selasa, 19 November 2013

kehidupan perumahan narogong

ini cerita tentang kehidupan di perumahan narogong, dahulu perumahan ini sangat asri sangat nyamn untuk dihuni tidak banyak polusi sampah juga tidak terlalu berserakan, mungkin karena dahulu perumahan ini tidak sebanyak saat ini penghuninya.

dahulu masih banyak tanah lapang disini, tempat saya dan teman teman saya bermain, main bola maian lari-larian dan banyak hal lagi. namun, sekarang perumahan ini banyak di dirikan ruko, rumah kontrakan, rumah  rumah liar yang mereka dirikan di tanah lapang, anak anak sekarang kesulitan mencari tempat main. dan mungkin itu adalah hal yg membuat anak anak menjadi bermain mainan modern yg memang tidak bagus untuk tumbuh kembang mereka, apalagi anak yg suka bermain game online.

saya sangat tidak setuju dengan adanya game online, selain menghabiskan banyak uang dan waktu, game online juga membuat kecanduan seperti halnya narkoba, seperti yg kita tahu segala bentuk kecanduan itu tidak baik, maka kurangilah bermain game online, dan kembalikan lah tanah lapang untuk anak anak bermain.

Hopeless

Saat semua telah berlalu 
Kuharap kau tahu
Diriku mencintaimu
Diriku menyayangimu

     Masih kah kau mencintaiku
     Masih kah kau menyayangiku

Kasih jangan tinggalkan diriku
Diriku yang sedang terluka
Kau pun harus tahu ku selalu menunggu
Walaupun ku tahu, kau tak menungguku

Kebodohan


Saat pukul 14.30 WIB pekan lalu, saya baru keluar dari kelas. Seperti biasanya selesai kelas saya tidak langsung pulang ke rumah, namun saya berkumpul di area kampus bersama teman-teman kampus saya. Kebetulan saat  itu matahari sangat terik, hawa panas yang menyelimutiku dari kepala hingga ujung kaki dan ditambah lagi rasa lapar yang terus menghantuiku. Suasana saat  itu membuat tubuhku menjadi lemas.

Pukul 15.30 WIB saya pun mengajak teman saya si Hr untuk ke tempat studio musik biasa kami main, karna pada hari itu saya tidak pulang sendiri, namun saya diboncengi oleh teman saya si Hr. Sebelum diperjalanan pulang kami berdua pun ingin melakukan tindakan yang sama sekali tidak dipikirkan oleh semua orang. Saat menaiki motor, kami pun menaiki motor tidak seperti biasanya orang-orang menaiki motor. Dengan penuh percaya diri kami pun ingin  melakukan perjalanan pulang kerumah dengan keadaan jok motor ter-angkat dan kami menduduki tanpa jok motor. Selama diperjalanan kami pun menjadi sorotan para pengguna jalan lainnya. Tanpa ada rasa malu kami berdua pun tak bisa menahan ketawa dan  pengguna jalan lainnya pun ikut  menertawai kelakuan kami berdua. Sekitar 35 menit kami diperjalanan, kami pun sampai di tempat studio musik, sesampainya disana pun orang-orang yg berada disekitar studio mempertanyakan kelakuan kami dan menertawai kelakuan kami berdua. Kejadian itu pun membuat saya geli. Saya heran mengapa kami mempunyai pemikiran melakukan hal tersebut.

animasi kelompok